MAKLUMAT — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menegaskan komitmen solidaritas kemanusiaan, serta membuka kolaborasi jangka panjang dalam isu Palestina.
Hal itu dipertegas ketika jajaran DPP IMM menerima kunjungan Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia (PMPI) di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (3/2/2026) lalu, yang menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk membangun sinergi program, mempererat solidaritas, serta membuka ruang kolaborasi jangka panjang di bidang pendidikan, kepemudaan, dan kemanusiaan.
Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menyambut hangat kehadiran PMPI dan menegaskan pentingnya hubungan yang berkelanjutan antarorganisasi mahasiswa lintas negara.
“Kami menyambut baik kedatangan saudara-saudara dari Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia. Hubungan seperti ini sangat baik dan kami berharap bisa menjadi pertemuan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Riyan, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Jumat (6/2/2026).
Riyan menjelaskan, IMM memiliki kader dari jenjang S1 hingga S3 yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. IMM, kata dia, juga memiliki berbagai agenda kegiatan yang membuka ruang diskusi terkait isu-isu global, termasuk soal Palestina.
Sebab itu, ia juga berharap mahasiswa Palestina dapat terlibat aktif dalam kegiatan kaderisasi dan forum intelektual yang diselenggarakan IMM, termasuk Darul Arqam Paripurna (DAP) yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Kami berharap teman-teman mahasiswa Palestina bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kami, seperti Darul Arqam Paripurna, yang juga membuka ruang diskusi isu-isu global,” kata pemuda asal Pulau Sumatera itu.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, Fadhil Mahdi, menegaskan komitmen IMM dalam membangun kerja sama strategis dengan PMPI, khususnya di bidang pendidikan.
“Kami memang tidak memiliki wewenang langsung untuk memberikan beasiswa, tetapi IMM siap menjadi perpanjangan tangan dalam menghubungkan informasi beasiswa bagi mahasiswa Palestina,” jelasnya.
Selain itu, IMM juga membuka ruang bagi mahasiswa Palestina untuk berkontribusi sebagai narasumber dalam forum-forum kaderisasi, terutama dalam pembahasan isu geopolitik internasional dan situasi Timur Tengah.
Menanggapi tawaran kerja sama tersebut, Ketua Umum PMPI, Shaker Abu Shukor, menyampaikan bahwa mayoritas mahasiswa Palestina di Indonesia saat ini menempuh pendidikan di bidang teknik dan kedokteran. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 50 mahasiswa aktif asal Palestina, sedangkan jumlah keseluruhan mencapai 91 orang.
“PMPI aktif dalam berbagai kegiatan, seperti kegiatan sosial, kunjungan ke pemerintah Indonesia hingga berbagai rapat dan diskusi yang juga dilakukan secara daring,” jelas Shaker.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring solidaritas mahasiswa Indonesia-Palestina, tidak hanya dalam konteks kemanusiaan, tetapi juga melalui kerja sama akademik, intelektual, dan gerakan pemuda di tingkat global.












