MAKLUMAT — Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Muhammadiyah Kota Probolinggo memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi bencana melalui kegiatan Darul Arqam Dasar Kebencanaan, Ahad (6/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo tersebut diikuti seluruh pengurus MLHPB Kota Probolinggo. Agenda itu sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus MLHPB PDM Kota Probolinggo sebagai bagian dari penguatan struktur dan konsolidasi gerakan di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jember turut menjadi pemateri dengan membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai penanggulangan bencana berbasis nilai kemanusiaan dan gerakan Muhammadiyah.
Materi Darul Arqam Dasar Kebencanaan
Sejumlah materi strategis disampaikan MDMC Jember, meliputi One Muhammadiyah One Response (OMOR), Komunikasi Darurat, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta Manajemen Posko dan Logistik. Sementara materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) disampaikan tim Germapena FIKES Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.
Materi OMOR menjadi salah satu fokus dalam kegiatan tersebut. Konsep One Muhammadiyah One Response menekankan pentingnya kesatuan gerak seluruh unsur Muhammadiyah dalam merespons situasi bencana. Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi antara struktur persyarikatan, majelis, lembaga, amal usaha, organisasi otonom, relawan, dan warga Muhammadiyah.
Peserta juga mendapatkan materi Komunikasi Darurat yang menekankan pentingnya penyampaian informasi secara cepat, tepat, terstruktur, dan dapat dipercaya dalam situasi krisis. Informasi yang keliru dalam kondisi darurat berpotensi menimbulkan kepanikan dan meningkatkan risiko di lapangan.
Melalui materi SPAB, peserta diajak memahami pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh serta memiliki kapasitas menghadapi ancaman bencana secara berkelanjutan.
Sementara materi Manajemen Posko dan Logistik memberikan pemahaman mengenai pengelolaan operasi kemanusiaan secara sistematis. Materinya mencakup pendataan kebutuhan, distribusi bantuan, pengelolaan relawan, komunikasi antarposko, hingga pencatatan dan pelaporan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan dipertanggungjawabkan.
“MDMC Jember hadir untuk bertukar ilmu, saling mendukung, agar nantinya personil-personil MLHPB Kota Probolinggo tetap amanah, tangguh dalam jalur kemanusiaan dan penanganan bencana,” jelas Moh Agus Shofarudin SPd, Ketua MDMC Jember.
Darul Arqam Dasar Kebencanaan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus konsolidasi bagi kader Muhammadiyah di bidang kebencanaan. Selain penguatan pengetahuan teknis, kegiatan diarahkan untuk membangun kepedulian sosial, kepemimpinan, kesiapsiagaan, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.
Pelantikan Pengurus MLHPB Kota Probolinggo
Di sisi lain, pelantikan pengurus MLHPB Kota Probolinggo diharapkan dapat menjadi bagian dari momentum penguatan organisasi. Dengan kepengurusan baru, gerakan kemanusiaan dan penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih terorganisasi serta memperluas jejaring kolaborasi.
“Harapan kami untuk MDMC Kota Probolinggo kedepan ingin bergerak dalam kerelawanan berjalan selaras dengan Muhammadiyah. Arah gerak kami untuk membangun relasi antar majelis dan lembaga di Muhammadiyah,” ungkap ketua MDMC Kota Probolinggo, Rudiyanto.
Dalam kesempatan tersebut, Rudiyanto juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan MDMC Jember dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi itu diharapkan turut memperkuat kapasitas kader sekaligus membangun jejaring kebencanaan antarwilayah di lingkungan Muhammadiyah.
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas kebencanaan tersebut sejalan dengan spirit dan nilai Al-Ma’un yang menempatkan kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan sebagai bagian dari praktik keberagamaan.***
*) Penulis: dr. Khoirul Fahri Arrijal














