MAKLUMAT — Ketua MDMC PWM Jatim, Muhammad Rofi’i menjelaskan bahwa pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera dapat memakan waktu bertahun-tahun. Prosesnya meliputi perbaikan fasilitas publik hingga pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.
“Tidak cukup satu atau dua tahun, tidak cukup. Dulu kami di Palu (Tsunami Palu 2018) itu sampai tiga tahun,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Ahad (18/1/2026).
Sebagai informasi, MDMC adalah singkatan dari Muhammadiyah Disaster Management Center, sebuah lembaga di bawah naungan Muhammadiyah yang bergerak dalam kegiatan penanggulangan bencana. MDMC tersebar di berbagai wilayah, termasuk di bawah PWM atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim .
Rofi’i menjelaskan bahwa MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengoordinasikan pembagian tim MDMC dari seluruh Indonesia untuk menyebar ke wilayah terdampak, termasuk MDMC PWM Jatim yang bertugas di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, MDMC PWM Jatim telah mendirikan posko di dua desa yang mencakup enam dusun di Kecamatan Bandar Pusaka. “Ada banyak warga di sebuah dusun yang menginginkan relokasi hunian karena dinilai sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditinggali,” jelasnya.
Ia menceritakan bahwa jika relokasi hunian benar-benar dilakukan, prosesnya tentu membutuhkan waktu yang lama. Hal ini belum lagi ditambah dengan perbaikan fasilitas umum serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat yang juga menjadi hal penting.
Rofi’i menjelaskan bahwa pemulihan sosial ekonomi ini merupakan tantangan karena ada warga yang mengalami trauma, ada pula yang pendapatannya hilang, dan berbagai tantangan lainnya. “Sehingga proses pemulihan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan waktu,” imbuhnya.
Semua upaya ini penting untuk memulihkan kehidupan warga pascabencana. Dengan hunian layak, fasilitas umum yang berfungsi, dan sumber penghidupan yang kembali, masyarakat bisa kembali hidup normal dan mandiri. Meski demikian, mewujudkan hal ini tentu tidak mudah.
Seiring berjalannya proses pemulihan pascabencana, MDMC PWM Jatim akan terus mendampingi warga terdampak. “Saat ini kami sudah mendirikan dapur sehat, sekolah darurat, hingga terus menyalurkan bantuan logistik. Kami juga sedang merancang program-program untuk pemberdayaan ekonomi,” tandasnya.












