Penderita GERD Tetap Bisa Puasa Ramadan, Ini 6 Tips Aman agar Asam Lambung Tak Kambuh

gerd

MAKLUMAT — Puasa Ramadan memberikan banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Namun bagi penderita GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease, perubahan pola makan selama puasa bisa memicu peningkatan asam lambung jika tidak dikelola dengan baik.

Meski demikian, penderita GERD tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman selama kondisi penyakitnya terkontrol dan pola makan dijaga dengan tepat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa penderita penyakit lambung masih dapat berpuasa dengan memperhatikan pola makan serta menghindari makanan yang memicu naiknya asam lambung.

Berikut beberapa tips aman bagi penderita GERD agar tetap nyaman menjalani puasa Ramadan:

1.Jangan Melewatkan Sahur

Sahur menjadi waktu makan yang sangat penting bagi penderita GERD. Melewatkan sahur dapat membuat lambung kosong terlalu lama sehingga meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti perih di lambung, mual, hingga sensasi terbakar di dada.

Pilih makanan yang mudah dicerna dan memberi energi lebih lama seperti:

-Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum

-Protein seperti telur, tahu, atau ayam tanpa lemak

-Sayur dan buah yang tidak terlalu asam

Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengurangi risiko iritasi lambung.

Baca Juga  Semarak Kajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah Jatim, Begini Tata Cara dan Alur Registrasinya

2.Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Beberapa jenis makanan dapat memicu naiknya asam lambung dan sebaiknya dihindari saat sahur maupun berbuka.

Menurut Mayo Clinic, makanan yang berisiko memicu GERD antara lain:

-Makanan pedas

-Makanan berlemak atau digoreng

-Makanan asam seperti jeruk dan tomat berlebihan

-Kafein seperti kopi dan teh pekat

-Minuman bersoda

Sebaliknya, pilih makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang agar lebih ramah bagi lambung.

3.Berbuka Secara Bertahap

Saat berbuka, hindari langsung makan dalam porsi besar. Lambung yang kosong seharian membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali.

Mulailah dengan makanan ringan seperti air putih dan kurma. Setelah itu beri jeda sebelum menyantap makanan utama.

Kebiasaan makan terlalu banyak sekaligus dapat memberi tekanan pada lambung dan memicu refluks asam.

4.Jaga Posisi Tubuh Setelah Makan

Langsung berbaring setelah makan dapat memperparah gejala GERD karena memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Untuk mencegahnya, lakukan beberapa hal berikut:

-Duduk atau berdiri tegak selama 2–3 jam setelah makan

-Hindari langsung tidur setelah sahur

-Saat beristirahat, posisikan kepala lebih tinggi dari perut

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyarankan menjaga postur tubuh setelah makan untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Baca Juga  Tiga Bekal Penting Mengarungi Bulan Suci Ramadan

5.Atur Porsi Makan

Selain jenis makanan, porsi makan juga perlu diperhatikan. Penderita GERD sebaiknya makan dalam porsi sedang dibandingkan porsi besar sekaligus karena makan berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada lambung.

Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:

-Makan secara perlahan

-Mengunyah makanan dengan baik

-Menghindari makan berlebihan saat berbuka

Cara ini membantu meringankan kerja lambung dan mengurangi risiko refluks.

6.Kelola Stres dan Istirahat Cukup

Stres dapat memperburuk gejala GERD karena memengaruhi produksi asam lambung. Ramadan dapat menjadi momen untuk menjaga keseimbangan fisik dan emosional dengan menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

-Tidur yang cukup

-Menghindari begadang berlebihan

-Melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai

-Mengelola stres dengan baik

Dengan pola makan yang tepat dan gaya hidup yang sehat, penderita GERD tetap dapat menjalani puasa Ramadan dengan nyaman. Bahkan, Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat dan seimbang.***