MAKLUMAT — Kabar duka datang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Fathan Subchi, Anggota VI BPK periode 2024–2029, meninggal dunia di Moskow, Rusia, Ahad (25/10). Dia mengembuskan napas terakhir pada usia 56 tahun saat menjalankan tugas pemeriksaan.
Fathan dilaporkan mengalami gangguan jantung akibat kebocoran aorta. Dia sempat menjalani operasi jantung dengan prosedur DeBakey di Moskow sebelum meninggal dunia. Informasi terbaru yang diperoleh, jenazah Fathan Subchi diperkiran tiba di Jakarta, Senin (26/10). Jasad Fathan akan disemayamkan di BPK terlebih dahulu sebelum dimakamkan di kampung halamannya, di Demak, Jawa Tengah.
Kepergian Fathan meninggalkan rekam jejak panjang di bidang politik, pemerintahan, pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan. Sebelum menduduki jabatan di BPK, dia dua periode menjadi anggota DPR RI.
Dua Periode di DPR
Fathan merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia menjadi anggota DPR RI pada periode 2014–2019 dan kembali terpilih untuk periode 2019–2024.
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di parlemen, Fathan dipercaya menjadi Anggota VI BPK pada Oktober 2024 untuk masa jabatan 2024–2029.
Di lembaga pemeriksa keuangan negara tersebut, dia mengemban tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada sejumlah bidang. Ruang lingkupnya antara lain mencakup sektor kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan.
Meniti Karier dari Dunia Pendidikan
Di luar politik, Fathan juga menekuni dunia akademik. Dia tercatat mengajar di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sejak 2022.
Fathan menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Agama Islam Al-Aqidah Jakarta pada 2001. Dia kemudian meraih gelar magister dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada 2022.
Adapun informasi mengenai pendidikan doktoralnya perlu dicocokkan kembali dengan data resmi institusi pendidikan terkait.
Aktif di PMII dan Organisasi NU
Jejak pengabdian Fathan juga lekat dengan organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Dia pernah memimpin Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) pada 1994–1997.
Kiprahnya berlanjut di organisasi alumni PMII. Dia pernah menjabat Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII DKI Jakarta dan tercatat memimpin PB IKA-PMII.
Fathan juga pernah menjadi Sekretaris Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama pada 2015–2020. Di bidang ekonomi, dia menjabat Direktur Induk Koperasi Syirkah Muawanah NU pada 2005–2012.
Sebelumnya, dia juga pernah menjadi Komisaris PT Aman Sinar Lestari pada 2005–2010 serta Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja pada 2013–2014.
Cak Imin: Selamat Jalan Sahabatku
Kabar meninggalnya Fathan turut mendapat perhatian Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Melalui unggahan di media sosial, Cak Imin menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang perjuangan dan pengabdian almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan sahabatku Fathan Subchi. Terima kasih atas perjuangan dan pengabdian yang telah ditorehkan,” tulis Cak Imin.
Dia juga mendoakan agar amal kebaikan Fathan menjadi amal jariah, mendapat husnul khatimah, dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kepergian Fathan menutup perjalanan panjang pengabdiannya di parlemen, BPK, dunia pendidikan, serta organisasi kemasyarakatan.***












