Sejak Israel-AS Serang Iran, 6.047 Jemaah Umrah Sudah Kembali ke Tanah Air lewat 17 Penerbangan

MAKLUMAT – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus memantau secara intensif situasi keamanan di Timur Tengah. Dinamika penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir juga dicermati.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan, pihaknya memantau proses kepulangan jemaah umrah di tengah eskalasi keamanan di Timur Tengah. ”Prioritas kami adalah keselamatan dan perlindungan jemaah,” kata Ichsan dalam keterangannya pada Selasa (3/3/2026).

Sejak militer Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026), sejumlah penerbangan telah membawa pulang jemaah umrah Indonesia.

Ichsan mengungkapkan, update per 2 Maret 2026, selama dua hari (28 Februari hingga 1 Maret), sebanyak 6.047 jemaah umrah telah kembali ke tanah air dengan aman. ”Proses kepulangan secara bertahap melalui 17 penerbangan,” jelasnya.

Dia menambahkan, hingga musim haji mendatang, jumlah calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat sebanyak 43.363 orang. Mereka berasal dari 439 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).

”Kami mengimbau dan menginagtkan kepada setiap penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk melaksanakan amanah dan kewajiban secara penuh, mulai perjalanan keberangkatan, pelayanan di Arab Saudi, hingga kepulangan kembali ke tanah air,” papar Ichsan.

Baca Juga  Iran Lancarkan Ratusan Rudal ke Israel, Sirine Meraung-raung di Tel Aviv

Kemenhaj, lanjut dia, meminta PPIU dan jemaah untuk menjalin komunikasi dengan baik. Selain itu, kementerian terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia.

”Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kami juga mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan hingga situasi kembali kondusif,” katanya. (*)