Survei Poltracking: PSI 2,9 Persen Di Bawah Ambang Batas Parlemen, Elektabilitas PDIP Melonjak 13,4 Persen

MAKLUMAT– Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin Kaesang Pangarep dan didukung Joko Widodo (Jokowi) baru mencapai 2,9 persen dalam survei Poltracking Indonesia. Angka tersebut masih di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Sementara itu, elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tercatat sebesar 13,4 persen.

Hasil survei ini menunjukkan perbedaan tingkat elektabilitas kedua partai menjelang Pemilu 2029. PSI masih berada di bawah ambang batas parlemen yang berlaku, sedangkan PDIP mencatat elektabilitas lebih tinggi dalam pengukuran yang sama.

Survei Poltracking Indonesia tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid melalui kanal YouTube Poltracking, dikutip Rabu (21/10/2026). Pengumpulan data dilakukan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026.

Dalam pemaparan hasil survei, Hanta menyebut sejumlah partai berpotensi memenuhi ambang batas parlemen apabila ketentuan 4 persen tetap diberlakukan.

“Kalau dilihat datanya, NasDem, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PDI-P, dan Gerindra berpotensi besar lolos di parlemen, kalau angkanya (ambang batas parlemen) tetap di 4 persen,” kata Hanta.

Elektabilitas PSI Masih di Bawah Ambang Batas

Dengan elektabilitas 2,9 persen, PSI masih terpaut 1,1 poin persentase dari ambang batas parlemen 4 persen. Adapun NasDem, yang memperoleh 3,9 persen, berada 0,1 poin persentase di bawah angka tersebut.

Baca Juga  Risma Beber Solusi untuk Tiga Masalah Krusial di Gresik

Dalam survei yang sama, Gerindra menempati posisi teratas dengan elektabilitas 22,9 persen, disusul PDIP sebesar 13,4 persen dan Golkar 9,1 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 7,1 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,8 persen, dan Partai Demokrat 5,4 persen. Sementara itu, NasDem mencatat 3,9 persen dan PSI 2,9 persen.

Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh 2,2 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,6 persen, Perindo 0,5 persen, Gelora 0,3 persen, serta Hanura 0,2 persen.

Adapun Partai Ummat, PBB, Garuda, PKN, dan Partai Buruh masing-masing tercatat memperoleh 0,1 persen.

Survei tersebut juga mencatat 24,2 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban. Besarnya kelompok ini menunjukkan masih adanya responden yang belum menyatakan preferensi terhadap partai politik.

Jokowi Sebut PSI Punya Target Besar

Di tengah hasil survei tersebut, Jokowi sebelumnya menyampaikan bahwa PSI memiliki target politik yang lebih luas daripada sekadar masuk parlemen. Pernyataan itu disampaikan saat berada di Kupang pada 31 Juli 2026.

“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyatakan PSI memiliki perhitungan untuk bisa masuk parlemen. Namun, hasil survei Poltracking yang menempatkan elektabilitas PSI pada angka 2,9 persen memperlihatkan bahwa dukungan yang terukur dalam survei itu masih berada di bawah ambang batas parlemen 4 persen.

Baca Juga  Jelang Peralihan dari Jokowi ke Prabowo, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.635,81Triliun

Hasil survei merupakan gambaran preferensi responden pada periode pengumpulan data, bukan hasil pemilu. Elektabilitas partai masih dapat berubah seiring dinamika politik, sosialisasi partai, dan perkembangan menjelang Pemilu 2029.