Wajib Belajar 13 Tahun, Once Mekel Minta Pemerintah Pastikan Anggaran dan Fasilitas

Once Mekel

MAKLUMAT — Anggota Komisi X DPR RI Elfonda Mekel alias Once, menjelaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini telah masuk dalam konsep wajib belajar 13 tahun. Dengan kebijakan tersebut, PAUD akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah, terutama terkait dukungan anggaran hingga penyediaan fasilitas.

Menurut Once, kebijakan wajib belajar 13 tahun membuat PAUD menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan dari kebijakan pendidikan, termasuk soal anggaran.

“Saya jelaskan PAUD ini sekarang sudah dalam perhatian karena ada konsep atau aturan wajib belajar 13 tahun. Sehingga PAUD menjadi perhatian artinya ada anggaran yang akan disediakan bagi guru-guru paud juga fasilitas PAUD, sekolah-sekolah dan sebagainya,” ujar Once, dikutip dari laman resmi DPR RI pada Senin (4/5/2026).

Namun, Once menekankan bahwa PAUD yang dimaksud dalam skema wajib belajar 13 tahun adalah PAUD satu tahun sebelum anak masuk Sekolah Dasar (SD). Ia menilai pemahaman masyarakat perlu diluruskan karena PAUD memiliki banyak jenis layanan.

“PAUD itu banyak jenisnya. Ada yang kita bilang playgroup itu dimaksud PAUD juga. Ada yang sedikit lebih besar atau bahkan tempat penitipan anak. Nah, ini yang dimaksud PAUD yang masuk dalam 13 tahun wajib belajar adalah satu tahun di bawah SD,” jelasnya.

Baca Juga  Kemensos Tak Toleransi Kekerasan di Sekolah Rakyat, Pelaku Langsung Dipecat

Dengan masuknya PAUD ke dalam konsep wajib belajar, Once menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan kesiapan pendanaan dan infrastruktur pendidikan. “Artinya kalau sudah masuk dalam wajib belajar negara menyediakan anggaran juga kesiapan untuk semua fasilitas termasuk guru-guru,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas PAUD harus dibarengi dengan profesionalitas tenaga pendidik, termasuk kewajiban sertifikasi bagi guru PAUD. “Termasuk guru-guru yang bersertifikasi sebagai guru PAUD,” tegasnya.

Selain membahas PAUD, Once juga menyoroti keluhan konstituen mengenai kurikulum serta dampak negatif penggunaan gawai terhadap anak-anak. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membatasi akses sosial media dan penggunaan gawai.

“Lalu juga banyak sekali yang memberikan masukan atau keluhan juga soal kurikulum. Banyak yang peduli soal kurikulum anak-anak. Jadi saya juga sampaikan, sebaliknya ibu-ibu juga harus membatasi pemakaian sosmed dan gawai itu untuk anak-anak,” katanya.

Lebih lanjut, Once menandaskan bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya berkualitas, tetapi juga harus merata di seluruh wilayah Indonesia. Eks vokalis grup musik Dewa 19 itu berharap, masuknya PAUD dalam konsep wajib belajar dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional sejak usia dini.

Baca Juga  Jelang Nataru, Komisi XIII DPR RI Desak Imigrasi Perketat Pengawasan WNA di Seluruh Pintu Masuk