89 Orang Diduga Masih Tertimbun Longsor Cisarua Bandung Barat, Kondisi Medan dan Cuaca Jadi Tantangan Evakuasi

Longsor Cisarua

MAKLUMAT — Bencana tanah longsor menimpa 30 rumah di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Saat warga lelap dalam tidur, ribuan kubik tanah menerjang hingga semua rata dengan tanah.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menuturkan, berdasarkan laporan Linmas dan pemerintah desa, lima korban tewas ditemulan. Sebanyak 89 orang warga dilaporkan hilang. Dugaan sementara tertimbun tanah longsor. ” 89 orang warga diduga tertimbun,” ujar Asep Ismail dikutip dari laporan Kompas.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, serta para relawan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban di tengah material longsor yang menutupi hampir seluruh area permukiman. Kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi, ditambah medan yang curam dan licin yang menjadi tantangan bagi tim penyelamat di lapangan.

“Tim SAR terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan. Mudah-mudahan seluruh korban bisa segera dievakuasi,” tandas Asep.

Untuk penanganan warga terdampak, pemerintah daerah menyiapkan lokasi penampungan sementara di wilayah Desa Pasirlangu. Warga yang rumahnya terdampak longsor dievakuasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Baca Juga  Bencana Ekologis: Korupsi Struktural di Balik Krisis Agraria

“Warga yang mengungsi akan dialihkan ke tempat penampungan sementara. Saya bersama Camat Cisarua sudah mengecek langsung kesiapan lokasi tersebut,” ujar Asep.

Ia juga mengimbau supaya masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan seiring kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Melihat kondisi cuaca saat ini, kesiapsiagaan menjadi hal utama untuk mengantisipasi bencana serupa,” seru Asep.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta agar Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta aparat gabungan bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan terhadap 89 warga yang diduga tertimbun material longsor di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Diketahui, hingga saat ini, lima orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Sementara itu, sebanyak 89 orang diduga masih tertimbun.

“Kami meminta Basarnas, BNPB, dan seluruh aparat gabungan segera melakukan pencarian dan upaya penyelamatan maksimal. Fokus utama adalah menyelamatkan nyawa,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

“Kita semua berharap masih ada korban yang bisa dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan,” sambung Huda.

Baca Juga  Gempa NTT: 165,97 Ton Bantuan Meluncur, Starlink hingga Genset Ikut Dikirim

Ia juga mengingatkan agar para petugas di lapangan tetap mengutamakan keselamatan dengan mempertimbangkan kondisi teknis lokasi bencana ketika melakukan proses evakuasi. Keselamatan, kata dia, harus diperhatikan meskipun di tengah proses evakuasi yang mendesak. Tingginya curah hujan juga dinilai meningkatkan potensi terjadinya longsor susulan.

“Petugas harus sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana. Mitigasi risiko saat proses evakuasi sangat penting agar tidak ada korban tambahan akibat tanah yang masih labil,” tandas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Lebih jauh, Huda menilai bahwa rentetan bencana belakangan ini harus menjadi alarm keras bagi semua pihak, mulai dari bencana banjir dan longsor Sumatera hingga kini di Cisarua Bandung Barat, maupun di daerah-daerah lainnya. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah pusat hingga satuan pemerintahan terkecil di tingkat desa.

“Musibah beruntun ini menjadi keprihatinan kita bersama. Situasi ini mengharuskan semua level pemerintahan, hingga ke level desa, untuk selalu waspada. Koordinasi antarlini harus diperketat agar peringatan dini dari BMKG bisa tersampaikan dengan cepat ke masyarakat,” katanya.

Tak cuma itu, Huda juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga  4 Jenazah Kembali Ditemukan, Total Korban Jiwa Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Jadi 9 Orang

“Cuaca ekstrem masih mengintai. Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama, segera lakukan langkah preventif guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.***