MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember kini menyediakan layanan administrasi kependudukan (adminduk) di 29 titik melalui program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan). Selain memperluas titik layanan, pemerintah daerah menghadirkan layanan jemput bola bagi warga yang kesulitan mengakses layanan secara langsung.
Sebelumnya, pencetakan KTP-el hanya tersedia di sembilan titik. Kini, layanan tersebut telah diperluas ke 29 titik. Mencakup 28 kecamatan. Adapun tiga kecamatan di wilayah perkotaan dilayani melalui Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, perluasan layanan itu didukung ketersediaan 68 ribu blangko KTP-el. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
”Blangko yang sebelumnya terbatas, kini kami upayakan terpenuhi agar masyarakat semakin mudah mendapatkan KTP,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Kepala Disdukcapil Kabupaten Jember Bambang Saputro menegaskan bahwa penambahan titik layanan bertujuan mendekatkan pelayanan sekaligus mengatasi keterbatasan yang sebelumnya terjadi.
”Perluasan ini merupakan upaya kami agar layanan adminduk semakin mudah diakses masyarakat,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh layanan adminduk diberikan secara gratis dan bebas dari pungutan liar. Disdukcapil juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menjaga kualitas layanan sesuai standar operasional prosedur.
Selain itu, Disdukcapil Jember menghadirkan layanan jemput bola, khususnya bagi kelompok rentan yang tidak dapat datang langsung ke lokasi pelayanan.
Salah satu contohnya adalah Muhammad Abril Maulana, warga Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang. Petugas mendatangi langsung remaja yang akan berusia 17 tahun tersebut untuk melakukan perekaman KTP-el.
Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Mayang Ina Warti mengatakan, layanan jemput bola diberikan karena kondisi Abril yang membutuhkan perhatian khusus. Ia merupakan anak yatim yang tinggal bersama ibunya dalam keterbatasan ekonomi serta mengalami disabilitas.
”Langkah awal yang kami lakukan adalah memastikan data adminduknya valid, termasuk revisi Kartu Keluarga dan perekaman KTP elektronik,” ujarnya.
Menurut Ina, kelengkapan dokumen kependudukan sangat penting agar Abril dapat mengakses berbagai program bantuan sosial.
Bambang menambahkan, layanan jemput bola merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang inklusif. ”Kami terus berupaya menjangkau warga yang memiliki keterbatasan sehingga tidak bisa datang ke kantor layanan,” katanya.
Dengan layanan yang kini tersedia di 29 titik serta dukungan program jemput bola, Pemerintah Kabupaten Jember berharap seluruh warga dapat mengakses layanan adminduk dengan lebih mudah, cepat, dan merata. (SPT)














