MAKLUMAT — Gerakan politik alternatif Bareng Rakyat menggelar “konsolidasi akar rumput” dari Kabupaten Jember, Senin (20/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan organisasi di tengah dinamika politik yang dinilai semakin pragmatis dan transaksional.
Melalui strategi bertajuk “Pasukan Semut”, gerakan berbasis pemuda tersebut menargetkan penguatan basis di tingkat desa dengan pendekatan dari rumah ke rumah. Bareng Rakyat menyatakan ingin mendorong kader-kadernya berpartisipasi dalam ruang-ruang politik formal, mulai dari tingkat kepala desa hingga kepemimpinan nasional.
Koordinator Nasional (Kornas) Bareng Rakyat, Andi Syahputra SH MH, mengatakan gerakan yang ia pimpin tersebut tidak hanya ingin berperan sebagai kelompok penekan atau organisasi masyarakat sipil, tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam proses politik melalui jalur eksekutif dan legislatif.
“Tujuan politik gerakan Bareng Rakyat ini lugas dan tidak abu-abu: kita bergerak untuk merebut ruang-ruang kekuasaan tata negara formal. Kekuasaan eksekutif dan legislatif adalah alat paling konkret untuk menghentikan penindasan,” tandasnya.
Menurut dia, keterlibatan dalam lembaga-lembaga politik diperlukan agar aspirasi masyarakat, termasuk petani, nelayan, dan buruh, dapat diperjuangkan melalui kebijakan publik.
Meski begitu, ia juga menyoroti bahwa kepentingan untuk mengawal aspirasi serta hak-hak para petani, nelayan, serta kaum buruh tersebut acap kali terbentur oleh realitas ketika berhadapan dengan biaya politik (political cost) yang besar dan terus membengkak di Indonesia.
Merespons hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Gerindra, Hanan Kukuh Ratmono, yang turut hadir dalam forum itu dan menjadi narasumber, menekankan pentingnya kesiapan ekonomi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik.
Menurut Hanan, idealisme perlu diimbangi dengan kemandirian ekonomi agar tidak mudah terjebak pada praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menilai kemandirian ekonomi sebelum terjun di ranah politik praktis menjadi bekal penting bagi calon pemimpin untuk menghindari penyalahgunaan anggaran maupun praktik politik uang ketika memasuki kontestasi politik.
Konsolidasi yang digelar di Jember tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan organisasi Bareng Rakyat dalam membangun jaringan kader di tingkat akar rumput sekaligus mendorong partisipasi politik generasi muda dengan terjun langsung dan berkiprah di lembaga-lembaga pemerintahan.***
*) Penulis: Irfan Amiluddin













