MAKLUMAT – Indonesia memperkuat solidaritas untuk Palestina dengan memperluas kerja sama pendidikan, pertanian, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp32 miliar bagi warga Gaza yang terdampak konflik.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat menghadiri The 5th Ministerial Meeting for the Conference on the Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD V) di Manila, Filipina, Jumat (24/7/2026).
Sugiono menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tidak cukup hanya melalui pernyataan politik, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang memperkuat kapasitas masyarakat dan institusi Palestina.
“Mewujudkan negara Palestina yang merdeka memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari seluruh komunitas internasional,” kata Sugiono.
Menurutnya, CEAPAD menjadi forum penting untuk mengubah solidaritas negara-negara sahabat menjadi aksi konkret melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Palestina.
Indonesia melanjutkan berbagai program yang telah disepakati dalam CEAPAD IV Kuala Lumpur Action Plan 2025, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, reformasi sektor hukum dan keamanan, hingga pertanian.
Di sektor pendidikan, pemerintah kembali membuka program beasiswa bagi mahasiswa kedokteran asal Palestina. Indonesia juga menggandeng Australia dalam kerja sama trilateral untuk memperkuat pendidikan dan penegakan hukum.
Sementara itu di sektor pertanian, Indonesia melanjutkan kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui program peningkatan kapasitas pengelolaan budidaya alpukat di Palestina.
Selain memperkuat pembangunan kapasitas, Indonesia juga menegaskan perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh berkurang.
“Perhatian masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh surut,” tandas Sugiono.
Sebagai bentuk komitmen, Indonesia akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS melalui International Committee of the Red Cross (ICRC). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga sipil di Jalur Gaza sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional.
Diplomasi Kemanusiaan Perkuat Posisi Indonesia
Langkah Indonesia menunjukkan diplomasi luar negeri tidak hanya berorientasi pada dukungan politik terhadap kemerdekaan Palestina, tetapi juga diwujudkan melalui investasi sumber daya manusia, kerja sama pembangunan, dan bantuan kemanusiaan. Pendekatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang konsisten mengusung solusi dua negara sekaligus aktif membantu pemulihan masyarakat Palestina melalui jalur pendidikan, kesehatan, pertanian, dan kemanusiaan.













