Emil Dardak Ajak Ning Lia Rawat Sinergi Pembangunan Jatim, Wacana Duet Pilgub 2029 Menguat?

Lia istifhama- Emil Dardak

MAKLUMAT— Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama  (Ning Lia) untuk terus merawat komunikasi dan ruang dialog sebagai bagian dari penguatan sinergi pembangunan Jawa Timur.

Pesan tersebut disampaikan Emil saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Emil menilai komunikasi yang telah terbangun perlu dijaga secara konsisten. Menurutnya, ruang dialog penting untuk mempertemukan berbagai gagasan, aspirasi, sekaligus mencari titik temu dalam menghadapi persoalan pembangunan di Jawa Timur.

“Tantangannya tinggal bagaimana Ning Lia dan saya, kami ini semua, kita bisa juga istiqomah untuk selalu membuka ruang dialog,” ujar Emil dikutip, Senin (21/9/2026).

Emil menyebut komunikasi dan kolaborasi tersebut bukan sesuatu yang baru. Ia menilai langkah-langkah positif yang telah terbangun sebelumnya perlu dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.

“Sudah dimulai satu langkah itu dari dulu-dulu dengan baik,” imbuh Emil yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu.

Emil-Ning Lia dan Ruang Kolaborasi Jatim

Ajakan Emil tersebut menempatkan komunikasi lintas lembaga sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan Jawa Timur. Pemerintah provinsi membutuhkan dukungan dan masukan dari berbagai unsur, termasuk wakil daerah di tingkat nasional.

Baca Juga  Jadwal Salat Jatim, Rabu 6 November

Dalam konteks itu, keberadaan Ning Lia sebagai senator asal Jawa Timur membuka ruang komunikasi antara aspirasi masyarakat daerah dengan proses pembahasan kebijakan di tingkat nasional.

Ning Lia menyambut positif pesan tersebut. Ia menilai komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan.

“Komunikasi dan dialog harus terus dijaga agar sinergi tidak berhenti pada momentum tertentu,” kata Ning Lia.

Menurutnya, kolaborasi antarelemen di Jawa Timur perlu diarahkan pada pembahasan persoalan konkret masyarakat, pertukaran gagasan, serta pencarian solusi yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

Bersinggungan dengan Dinamika Pilgub Jatim 2029

Pesan Emil untuk terus membuka ruang dialog bersama Ning Lia juga muncul ketika nama keduanya mulai menjadi bagian dari pembicaraan politik menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029.

Hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang dilakukan pada 25 Juni–5 Juli 2026 terhadap 1.200 responden usia 17–40 tahun di 38 kabupaten/kota Jawa Timur menempatkan Emil dengan elektabilitas 32,1 persen dan Lia Istifhama 17,5 persen.

Survei tersebut menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga  Strategi Kehumasan Mengkomunikasikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara

Sejumlah pengamat, tokoh publik dan pers kemudian mengaitkan kedua nama tersebut dengan kemungkinan duet pada Pilgub Jatim 2029. Namun, sampai saat ini, komunikasi dan sinergi yang disampaikan Emil dalam forum ICMI tersebut lebih tepat sebagai pesan penguatan kerja sama pembangunan, yang bisa jadi menguatkan wacana duet Emil-Lia di panggung Pilgub Jatim 2029.

Sebelumnya, Ning Lia juga menyatakan bahwa Emil memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap persoalan Jawa Timur setelah menjalankan tugas sebagai wakil gubernur. Wacana mengenai kemungkinan pasangan Emil-Lia telah muncul dalam pemberitaan, tetapi keputusan pencalonan tetap bergantung pada proses politik dan partai pengusung menjelang tahapan Pilgub 2029.

Dengan demikian, ruang dialog yang disebut Emil memiliki dua dimensi. Di satu sisi, komunikasi tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan Jawa Timur. Di sisi lain, intensitas komunikasi keduanya menjadi perhatian publik karena nama Emil dan Ning Lia mulai masuk dalam dinamika politik menuju Pilgub Jatim 2029.