Gus Kikin Desak Houthi Hentikan Serangan, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Prioritas

Gus Kikin

MAKLUMAT –Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengecam serangan terhadap warga sipil dan fasilitas publik di tengah konflik kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi.

Ia mendesak seluruh pihak menghentikan kekerasan dan menjamin keselamatan masyarakat, terutama jemaah haji dan umrah di Tanah Suci.

Gus Kikin menegaskan bahwa kepentingan politik maupun operasi militer tidak boleh mengorbankan warga sipil. Perlindungan jiwa harus menjadi prioritas, termasuk menjamin keamanan aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah.

“Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama,” tegas Gus Kikin dikutip, Selasa (27/10/2026).

PBNU Soroti Keselamatan Jemaah dan Warga Sipil

PBNU memberikan perhatian khusus terhadap potensi dampak konflik Timur Tengah bagi masyarakat sipil dan jemaah Indonesia yang menjalankan ibadah. Ancaman terhadap fasilitas publik, termasuk bandara, dapat mengganggu keselamatan dan mobilitas masyarakat.

Gus Kikin mengingatkan seluruh pihak yang terlibat konflik agar menghormati prinsip hifzh an-nafs, yakni perlindungan jiwa dalam ajaran Islam. Prinsip tersebut menempatkan keselamatan manusia sebagai hal utama yang harus dijaga, terlepas dari kepentingan politik maupun pertentangan antarpihak.

Baca Juga  Di Tengah Dukungan Lokasi Muktamar ke Jakarta, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Pilih Lirboyo

PBNU juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, masyarakat Arab Saudi, dan warga negara lain yang terdampak serangan terhadap fasilitas sipil.

Selain itu, PBNU menyoroti penderitaan masyarakat Yaman akibat konflik berkepanjangan. Organisasi tersebut meminta pihak-pihak terkait membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan agar pengungsi dan warga terdampak dapat memperoleh pertolongan sesuai kebutuhan.

Dorong PBB dan OKI Perkuat Diplomasi

Untuk mencegah konflik meluas, PBNU mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta negara-negara Timur Tengah memperkuat diplomasi dan mendorong penyelesaian melalui perundingan.

Gus Kikin juga berharap Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam upaya perdamaian. Diplomasi Indonesia dinilai penting untuk mendorong perlindungan warga sipil sekaligus menjaga keselamatan warga negara Indonesia yang berada di kawasan konflik.

“PBNU meminta seluruh pihak menghormati hukum humaniter internasional dan menghindari tindakan yang memperburuk situasi kemanusiaan,” tandasnya.

Menurut dia, penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan militer. Upaya diplomatik perlu berjalan seiring dengan perlindungan warga sipil dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan.

Gus Kikin Ingatkan Bahaya Konflik Antarmazhab

Di tengah ketegangan geopolitik, Gus Kikin juga mengingatkan masyarakat agar tidak membawa konflik Timur Tengah ke dalam pertentangan antarmazhab di Indonesia.

Baca Juga  Gus Fahrur Dorong Muktamar NU Dipercepat, Tegaskan Harus Lewat Konbes

Ia meminta warga Nahdlatul Ulama menjaga persaudaraan, menyaring informasi secara kritis, dan tidak mudah terprovokasi narasi yang mempertajam perbedaan keagamaan.

PBNU mengajak masyarakat mendoakan keselamatan warga sipil di kawasan konflik, khususnya masyarakat Yaman, warga Arab Saudi, serta jemaah yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

PBNU menegaskan bahwa keselamatan manusia harus menjadi landasan setiap upaya penyelesaian konflik. Karena itu, penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan diplomasi perlu menjadi prioritas bersama untuk mendorong perdamaian yang berkelanjutan.