Sumpah Pemuda Cup II Diikuti 16 Tim, DPD IMM Bali Desak Pemprov Beri Dukungan Nyata

pemuda

MAKLUMAT — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Bali mendesak Pemerintah Provinsi Bali memberikan dukungan konkret bagi organisasi kepemudaan. Desakan ini disampaikan dalam penyelenggaraan Sumpah Pemuda Cup II 2026 yang mempertemukan 16 tim dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan perguruan tinggi di Bali.

Turnamen futsal tersebut berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di My Stadium Futsal Arena, Denpasar. Memasuki tahun kedua, kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda dan mahasiswa untuk berkompetisi sekaligus membangun hubungan lintas organisasi.

Ketua Umum DPD IMM Bali, Muhammad Pramudya Rahardjo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam aktivitas yang melibatkan generasi muda dari beragam latar belakang.

“Bagi kami, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah setiap bulan Oktober. Semangatnya harus diwujudkan melalui ruang-ruang perjumpaan yang mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Selasa (27/10/2026).

Menurut Pramudya, organisasi kepemudaan memiliki peran dalam mengembangkan kapasitas generasi muda, membangun karakter, dan mendorong partisipasi sosial. OKP juga dapat menjadi penghubung aspirasi pemuda dengan pemerintah dan masyarakat.

Melalui turnamen futsal, DPD IMM Bali ingin menunjukkan bahwa perbedaan organisasi dan kampus tidak menghalangi pemuda untuk membangun hubungan. Pramudya menilai pemerintah perlu melihat inisiatif semacam ini sebagai bagian dari kontribusi organisasi kepemudaan terhadap pembangunan daerah.

Baca Juga  IMM Bali Apresiasi Sikap Wali Kota Denpasar soal Polemik BPJS PBI

“Organisasi kepemudaan bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang untuk mendidik, menggerakkan, dan melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Ketika organisasi pemuda berinisiatif menghadirkan kegiatan positif seperti ini, pemerintah seharusnya hadir untuk memperkuat, memfasilitasi, dan membuka ruang kolaborasi,” tegasnya.

Atas dasar itu, DPD IMM Bali meminta Pemerintah Provinsi Bali tidak membatasi dukungan terhadap pemuda pada seremoni peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dukungan tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada kegiatan kepemudaan, penyediaan sarana dan prasarana, pembinaan kapasitas, serta pemberian ruang partisipasi yang berkelanjutan.

Pramudya menilai komitmen pemerintah perlu terlihat dari kemudahan organisasi pemuda dalam menyelenggarakan kegiatan dan mengembangkan potensi anggotanya. Ia berharap Pemprov Bali memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut agar inisiatif yang tumbuh dari organisasi tidak terhambat keterbatasan dukungan.

“Jangan sampai setiap tahun kita berbicara tentang semangat Sumpah Pemuda, tetapi ruang bagi pemuda untuk berkegiatan, mengembangkan potensi, dan membangun prestasi masih terbatas. Kami ingin Pemprov Bali menunjukkan komitmen melalui tindakan nyata, bukan hanya pernyataan,” ujarnya.

DPD IMM Bali juga mendorong pemerintah provinsi mengadakan dialog rutin dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Pelibatan tersebut dinilai penting agar penyusunan kebijakan mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan anak muda yang beraktivitas langsung di tengah masyarakat.

Baca Juga  Ketua Umum IMM Bali Apresiasi Pernyataan Kapolri Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian

“Organisasi kepemudaan harus diberi ruang untuk mengambil bagian dalam pembangunan Bali, karena pemuda bukan hanya penerus masa depan, tetapi juga bagian dari perubahan hari ini,” lanjut Pramudya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sumpah Pemuda Cup II 2026, Ahmad Ardino Farmawan Suryanullah, mengatakan penyelenggaraan tahun kedua bertujuan menjaga keberlanjutan kompetisi sekaligus memperluas hubungan antarpemuda di Bali.

Menurut Ahmad, keterlibatan 16 tim dari berbagai OKP dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Ia berharap turnamen ini dapat terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak organisasi serta mahasiswa pada penyelenggaraan berikutnya.

“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana 16 tim dari berbagai OKP dan kampus dapat bertemu, berkompetisi secara sehat, dan membangun silaturahmi. Kami berharap Sumpah Pemuda Cup dapat terus berlanjut dan menjadi agenda yang mempertemukan lebih banyak pemuda serta mahasiswa di Bali,” ungkapnya.

Dalam kompetisi tersebut, STIKOM Bali Futsal Club meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati KBUI Politeknik Negeri Bali, sedangkan HIMMAPA menempati posisi ketiga.

DPD IMM Bali berharap turnamen ini dapat memperkuat kolaborasi antara organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah. Organisasi kepemudaan diharapkan memperoleh kesempatan yang memadai untuk mengembangkan kegiatan dan menyampaikan gagasan mengenai persoalan di Bali.

Baca Juga  Tri Hita Karana dan Jalan Panjang Membangun Kolaborasi Indonesia

Bagi DPD IMM Bali, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting agar pemuda dapat berkontribusi melalui kegiatan yang mereka inisiasi. Pramudya menegaskan bahwa pelibatan generasi muda perlu diwujudkan dalam kebijakan dan kesempatan yang dapat mereka akses secara nyata.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki