Kunjungi Sumba Timur, Penasihat Mendes PDT Pastikan Program TEKAD Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Tim SPU TEKAD Kemendes PDT saat melakukan kunjungan ke Sumba Timur, NTT, Senin (26/10/2026). (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Tim Strategic Project Unit (SPU) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melakukan kunjungan kerja, observasi lapangan, sekaligus FGD di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (26/10/2026).

Tim tersebut dipimpin oleh Executive Secretary SPU TEKAD sekaligus Penasihat Menteri Desa dan PDT Prof Dr Zainuddin Maliki MSi, bersama Advisor SPU TEKAD M Arif’an SH MH, serta anggota tim Bahtiar Pramana, Siti Cahaya Rani, Dwi Nur Putra, dan Sidi Taufan Dirgantara.

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi capaian dan tantangan, serta menggali potensi keberlanjutan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Timur. Tim tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Desa pada Dinas PMD Kabupaten Sumba Timur Yanusep Behi Data SSos.

Dalam pertemuan tersebut, tim memperoleh informasi mengenai pelaksanaan Program TEKAD yang mencakup 17 demplot, tiga kegiatan RITD, delapan kegiatan IF tahun 2026, serta tiga kegiatan IF tahun 2025.

Yanusep menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai membantu meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Menurutnya, sejumlah kegiatan sebelumnya mencakup pelatihan keterampilan menenun, pengolahan pakan ternak, dan literasi keuangan untuk mendukung produktivitas serta penguatan usaha ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Ransiki, Kampung Cokelat yang Berinovasi: Petani Papua Barat Belajar dari Rumah Inovasi Desa

“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur menyampaikan terima kasih atas program TEKAD, karena  program TEKAD ini bisa membuat peningkatan kapasitas masyarakat semakin meningkat,” ucapnya.

“Sebelumnya ada beberapa kegiatan yang mencakup enam lokus pelatihan seperti pelatihan keterampilan tenun, pengolahan pakan ternak, serta literasi keuangan untuk mendukung peningkatan produktivitas, dan penguatan usaha ekonomi masyarakat desa, Selain itu kami mendapatkan program TEKAD 17 Demplot, 3 Kegiatan RITD, 8 Kegiatan IF tahun 2026, dan sebelumnya IF Tahun 2025,” ungkap Yanusep.

Setelah koordinasi, Tim SPU TEKAD melanjutkan kegiatan dengan FGD dan observasi langsung di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan demplot, perkembangan RITD, serta keterlibatan masyarakat dalam mengelola kegiatan ekonomi produktif.

Zainuddin Maliki mengatakan, kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan program berjalan sesuai sasaran dan memiliki manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kehadiran kami di sini memastikan semua program TEKAD tepat sasaran dan kami berharap agar program TEKAD ini bisa diteruskan. Harapan kami program yang sudah dikucurkan di Kabupaten Sumba Timur ini punya manfaat ekonomi tidak hanya manfaat aset saja,” ujarnya.

“Maka kami minta peran BUMDes dioptimalkan untuk kegiatan keberlanjutan kedepannya, kami turun di sini atas nama SPU, yang akan kami lihat di lapangan program ini berjalan atau tidak dan akan kami laporkan langsung ke Menteri Desa dan PDT (Yandri Susanto), laporan nota dinasnya langsung ke Pak Menteri,” imbuh Zainuddin.

Baca Juga  Zainuddin Maliki: Pemerintah Ingin Jadikan Desa sebagai Tujuan Investasi Baru

Program TEKAD dijadwalkan berakhir pada 2027. Sebab itu, inovasi dan komitmen pemerintah daerah, kepala desa, serta BUMDes dinilai sangat penting supaya manfaat program tetap berlanjut setelah masa pelaksanaannya selesai.

Zainuddin juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan program desa serta penyempurnaan kebijakan pembangunan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Dalam setiap kesempatan kami selalu melaporkan semua program yang berjalan ke Menteri Desa dan PDT dan kami mendorong kepedulian pemerintah dari tingkat bawah sampai pusat. Kalau terwujud adanya komitmen agar program TEKAD tetap berjalan walaupun program selesai, maka bantuan yang selama ini sudah kucurkan akan semakin berkembang maju. Sekaligus juga kita membuka masukan reformulasi pembobotan indeks desa,” terang Zainuddin.

Ia menjelaskan, pembobotan indeks desa yang dimaksud guna menyikapi kebijakan dan program baru terkait berdirinya Koperasi Desa (Kopdes), Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan, serta sejumlah program lain.

“Dukung program  Presiden dengan asta cita ke 6 yaitu Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Serta Program Menteri Desa dan PDT dengan 12 Rencana Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia,” tandas Zainuddin.

Baca Juga  Garut Dicanangkan Jadi Wilayah Tangguh dan Bersih Narkoba, Desa Sancang Jadi Percontohan Nasional

Melalui kunjungan tersebut, Tim SPU TEKAD menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan hasil program secara berkelanjutan.

Informasi yang dihimpun dari observasi lapangan disebut bakal menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program, penyempurnaan strategi keberlanjutan (exit strategy), serta penyusunan rekomendasi kebijakan berdasarkan kondisi aktual masyarakat.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas program, memastikan kebermanfaatan intervensi pembangunan, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Tenggara Timur.***

*) Penulis: Bahtiar Permana