MAKLUMAT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengejar pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas hingga musim hujan tiba pada Oktober 2026.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, tim gabungan masih berjibaku memadamkan titik api, terutama di kawasan lahan gambut yang sulit ditangani.
“Kami masih terus bekerja berjibaku paling tidak sampai musim hujan alami turun,” kata Suharyanto saat melaporkan penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta dikutip, Selasa (8/9/2026).
Operasi pemadaman dilakukan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara. BNPB juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memancing hujan di wilayah yang masih terdapat titik api.
“Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca ini juga bisa segera mendatangkan hujan,” ujar Suharyanto.
98 Persen Lahan Gambut Padam
BNPB mencatat 98 persen kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan. Total luas lahan yang terbakar mencapai 72.009,10 hektare. Namun, masih ada sekitar 939,45 hektare yang belum sepenuhnya padam.
Enam provinsi tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Suharyanto mengingatkan angka luasan lahan terbakar masih dapat berubah. Tim menemukan titik api baru, sementara sebagian area yang sebelumnya dinyatakan padam kembali terbakar.
“Kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan, karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru,” jelasnya.
Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar berhenti di dalam tanah. Asap bahkan masih dapat keluar dari lahan gambut dan mengganggu jarak pandang.
43.481 Personel Dikerahkan
BNPB mengerahkan 43.481 personel gabungan untuk menangani karhutla. Mereka berasal dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, hingga relawan.
Sebaran personel terdiri atas:
-Kalimantan Barat: 15.091 personel
-Kalimantan Tengah: 4.686 personel
-Kalimantan Selatan: 5.000 personel
-Sumatera Selatan: 11.026 personel
-Riau: 1.694 personel
-Jambi: 5.984 personel
BNPB memastikan operasi pemadaman terus berjalan sampai kondisi benar-benar terkendali. Pemerintah berharap hujan alami yang diperkirakan mulai turun pada Oktober dapat membantu mengakhiri karhutla yang masih membakar sejumlah wilayah.
Tantangan Karhutla Belum Selesai
Angka 98 persen lahan gambut yang telah padam menunjukkan penanganan karhutla mulai membuahkan hasil. Namun, sisa 939,45 hektare tetap menjadi pekerjaan besar karena lahan gambut memiliki karakter api yang dapat kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam.
Ancaman juga tidak berhenti pada api. Asap dari pembakaran gambut dapat bertahan dan mengganggu kualitas udara serta jarak pandang.
Karena itu, operasi darat, udara, dan modifikasi cuaca perlu berjalan bersamaan. Penanganan hingga musim hujan tiba menjadi penting untuk mencegah titik api baru sekaligus memadamkan bara yang masih tersimpan di dalam lahan gambut.














