Senator Lia Istifhama Soroti Lonjakan Kasus HIV/AIDS Jatim Tertinggi di Indonesia, Orang Tua Diminta Jangan Abai!

lia istifhama

MAKLUMAT Senator Dr Lia Istifhama menyoroti tingginya kasus HIV/AIDS di Jawa Timur yang mencapai 10.612 kasus baru sepanjang 2025. Anggota DPD RI asal Jawa Timur itu menilai kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi keluarga, sekolah, dan pemerintah untuk memperkuat perlindungan generasi muda dari berbagai perilaku berisiko.

Sorotan itu muncul setelah Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka tersebut melampaui Jawa Barat yang mencatat 9.212 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 6.057 kasus.

Menurut Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, persoalan HIV/AIDS tidak bisa hanya dipandang sebagai isu kesehatan semata. Di balik tingginya angka kasus, terdapat tantangan sosial yang membutuhkan keterlibatan aktif keluarga sebagai garda terdepan dalam membangun karakter anak.

“Kita sudah melihat provinsi mana yang tertinggi, tetapi kita juga melihat ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama. Anak-anak harus dijaga agar sehat, baik secara fisik maupun psikis. Mereka harus memiliki benteng pribadi yang kuat agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko,” tandasnya kepada maklumat.id, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga  Surabaya Bergetar Deklarasi Dukungan untuk  Zainul Lutfi, Siap Kawal Sampai Jadi DPR RI

Perempuan yang juga menjabat Anggota MPR RI itu menegaskan peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk kepribadian dan pola pikir anak. Karena itu, orang tua tidak boleh bersikap cuek terhadap lingkungan sosial maupun pergaulan anak-anak mereka.

Menurutnya, hubungan yang dibangun harus lebih dari sekadar pengawasan. Orang tua harus menjadi sahabat yang mampu mendengarkan, memahami, dan membangun kepercayaan dengan anak-anaknya.

“Kita harus benar-benar menjadi sahabat anak. Kita harus memahami siapa teman mereka, siapa yang mereka ajak bicara, dan bagaimana lingkungan pergaulannya. Jangan sampai anak-anak justru lebih percaya kepada orang lain, apalagi kepada orang yang membawa pengaruh buruk,” cetus Ning Lia.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 74 persen Orang Dengan HIV (ODHIV) yang teridentifikasi berada pada rentang usia produktif 25 hingga 49 tahun. Kelompok usia ini memiliki peran strategis dalam aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.

Ning Lia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah preventif dan kuratif secara berkelanjutan melalui edukasi, skrining kesehatan, deteksi dini, pendampingan psikologis, hingga pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

Selain itu, ia menilai penegakan hukum harus dilakukan secara tegas terhadap pihak yang dengan sengaja menularkan penyakit kepada orang lain. Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas dalam upaya menekan laju penyebaran HIV/AIDS.

Baca Juga  Ketua DPP IMM Apresiasi Usulan Lia Istifhama soal KIP Kuliah

Tingginya angka kasus di Jawa Timur menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi kesehatan, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif.

Pernyataan Lia Istifhama menarik karena menggeser fokus pembahasan HIV/AIDS dari sekadar persoalan medis menjadi persoalan sosial dan keluarga. Di tengah tingginya kasus pada kelompok usia produktif, pendekatan berbasis keluarga menjadi penting untuk memperkuat ketahanan generasi muda terhadap berbagai perilaku berisiko.

Upaya pencegahan yang hanya mengandalkan layanan kesehatan tidak akan cukup tanpa dukungan lingkungan keluarga yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta pendidikan karakter yang berkelanjutan.