MAKLUMAT – Iswandi, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jember, meninggal dunia di Malaysia karena sakit pada 18 Agustus 2026. Bupati Jember Muhammad Fawait membantu biaya pemulangan jenazah ke tanah air.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan (Disnaker) Jember Zamroni mengatakan, biaya pemulangan jenazah hingga ke rumah duka di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, ditanggung secara pribadi oleh Fawait.
“Kami menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan pesan Bupati Jember bahwa pembiayaan pengiriman jenazah PMI yang wafat sudah diselesaikan oleh bupati secara pribadi,” kata Zamroni dalam keterangannya, Senin (7 September 2026).
Menurut Zamroni, biaya pemulangan jenazah Iswandi tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Jember. Proses pemulangan juga dibantu anggota DPR RI Bambang Hariyadi untuk memperlancar kedatangan jenazah di Indonesia.
Pemulangan jenazah Iswandi membutuhkan waktu beberapa pekan karena terkendala proses verifikasi dokumen dan prosedur kepolisian di Malaysia. Setelah seluruh proses selesai, jenazah tiba di rumah duka pada Ahad malam (6 September 2026).
Kedatangan jenazah disambut tangis haru keluarga. Pihak keluarga kemudian langsung memakamkan jenazah Iswandi.
Putri Iswandi, Istantina Anitia, mengatakan bahwa ayahnya telah bekerja di Malaysia sejak 2006. Saat itu Istantina masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Iswandi berpindah-pindah pekerjaan selama hampir dua dekade bekerja di Malaysia. Ia pernah bekerja di pabrik perakitan rangka mobil, manufaktur wadah plastik, hingga industri pembuat wadah minuman.
Istantina mengatakan, ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit kronis ketika berangkat ke Malaysia. Namun, dalam dua tahun terakhir, Iswandi mulai terbuka kepada keluarga mengenai kondisi kesehatannya.
Sebelum meninggal, kondisi fisik Iswandi menurun setelah kakinya terluka akibat tertusuk paku. Luka tersebut membengkak dan kemudian mengalami komplikasi infeksi.
Kondisi itu membuat Iswandi tidak masuk kerja selama tiga hari. Padahal, ia telah merencanakan kepulangan ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2026.
Iswandi ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah musala ketika hendak bersiap memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit.
“Ayah pertama kali ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah musala setempat saat hendak bersiap memeriksakan kakinya ke rumah sakit,” kata Istantina.
Kabar kematian Iswandi diterima keluarganya di Jember pada hari yang sama sekitar pukul 13.15 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh rekan Iswandi yang melacak keberadaan keluarganya melalui media sosial.
Menurut Istantina, ketika Iswandi ditemukan, sejumlah barang pribadi miliknya, termasuk telepon seluler dan uang tunai, sudah tidak ada. Barang yang tersisa adalah paspor dan kunci kamar.
Setelah proses administrasi dan prosedur pemulangan di Malaysia selesai, jenazah Iswandi dibawa kembali ke Jember dan tiba di rumah keluarga pada 6 September 2026. (*)














