Resmikan SPPG di Desa Temu, Wabup Sidoarjo: Target 370 Dapur MBG Terus Dikebut

Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana memberikan keterangan kepada awak media usai meresmikan SPPG 001 di Desa Temu, Selasa (13/1/2026). (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 001 di Desa Temu, Kecamatan Prambon, pada Selasa (13/1/2026). Peresmian tersebut diharapkan dapat mengakselerasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Para siswa SD di Desa Temu menyambut antusias peresmian SPPG tersebut, yang turut dihadiri Kepala Desa Temu beserta jajaran terkait. “Dapur SPPG (di Desa Temu) ini yang pertama diresmikan di Sidoarjo. Selanjutnya akan menyusul Dapur SPPG 002 dan dapur-dapur lainnya,” ujar Mimik Idayana.

Ia juga berharap agar SPPG tersebut dapat menjadi percontohan bagi dapur-dapur SPPG lainnya di wilayah Kota Delta.

“Kami berharap dapur SPPG di Desa Temu ini bisa menjadi contoh bagi dapur-dapur SPPG lainnya di Kabupaten Sidoarjo, terutama dalam hal kebersihan, keamanan pangan, dan tata kelola dapur,” katanya.

Target 370 Dapur SPPG

Dalam kesempatan itu, Mimik menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 56 dapur telah beroperasi di wilayah Kota Delta, dari total keseluruhan sebanyak 370 dapur SPPG yang ditargetkan untuk dapat mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program MBG.

Baca Juga  Uji Coba MBG Prasmanan di Kabupaten Malang: Makanan Lebih Segar, Waktu Penyajian Jadi Tantangan

“Target dapur SPPG di Sidoarjo sekitar 370-an. Saat ini yang sudah berjalan ada 56 dapur. Data ini nanti akan terus kami sesuaikan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan untuk segera merampungkan seluruh dapur SPPG dan dapat beroperasi penuh pada tahun ini, sehingga program MBG diharapkan dapat terlaksana secara menyeluruh.

Ia menilai, dapur-dapur SPPG yang telah beroperasi saat ini telah memenuhi standar yang ditetapkan, mulai dari proses pengolahan makanan, pengemasan, hingga sistem kerja yang terintegrasi dalam satu gedung.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa cakupan program MBG di Sidoarjo saat ini baru menjangkau sekitar 25 hingga 35 persen dari total target. Sebab itu, ia menandaskan pentingnya melakukan percepatan pembangunan dapur SPPG tersebut.

“Kita upayakan dan harus kita kebut (pembangunan dapur SPPG) agar program makan bergizi gratis di Sidoarjo bisa tercapai 100 persen,” tegas Mimik.

Selain itu, ia juga mendorong sejumlah yayasan untuk segera melakukan sosialisasi dan menyusun perencanaan pembangunan dapur SPPG di masing-masing lokasi, sebab menurutnya sampai saat ini masih terdapat sejumlah titik khususnya di lingkungan yayasan yang belum memiliki dapur untuk MBG.

Baca Juga  Anggaran MBG Dipangkas Rp40 Triliun, CORE Nilai Tak Berdampak Besar pada Defisit APBN

Ajak Masyarakat Ikut Lakukan Pengawasan

Lebih jauh, Mimik juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak lintas elemen dalam menyukseskan program MBG, termasuk peran aktif masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan. Menurutnya, program besar itu tidak bisa hanya diawasi atau dipasrahkan kepada pemerintah.

Program ini, kata dia, tidak bisa hanya diawasi oleh pemerintah. Peran masyarakat, khususnya para wali murid, sangat penting untuk mengawasi kualitas dan kesesuaian menu makanan bagi anak-anak.

Tak cuma itu, ia juga mewanti-wanti agar pengelola dapur betul-betul memerhatikan proses produksi, kondisi kesehatan setiap anak, hingga termasuk potensi alergi terhadap makanan tertentu.

“Tidak semua anak bisa mengonsumsi (menu) makanan yang sama. Misalnya ada yang alergi ayam. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan dan bisa di-request agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak kita inginkan,” tandas Mimik.

Manfaat Dirasakan Secara Luas

Di sisi lain, Koordinator SPPG 001 Desa Temu, Prambon, Wahyu Sejati, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemkab Sidoarjo dalam pembangunan hingga dapur tersebut resmi beroperasi. Ia menegaskan, berdirinya dapur SPPG itu sebagai bagian penting dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak bangsa.

Baca Juga  Tiga Dapur SPPG Muhammadiyah Pemalang Resmi Beroperasi, Wabup Beri Apresiasi

“Semoga dapur SPPG Desa Temu ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, sesuai arahan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, sebagai bagian dari sejarah pemenuhan gizi anak-anak Indonesia,” ucapnya.

Keberadaan dapur SPPG 001 di Desa Temu, kata dia, tidak hanya ditujukan untuk anak-anak penerima manfaat, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia menandaskan komitmen untuk menjaga kualitas pelayanan dan keamanan pangan dalam penyediaan MBG.

“Keamanan pangan dan kualitas pelayanan akan terus kami jaga agar manfaat program ini bisa dirasakan secara luas,” tandas Wahyu.