MAKLUMAT — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20–21 Juni 2026.
Penetapan lokasi Munas PBNU 2026 tersebut disampaikan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar melalui surat bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026 tentang Petunjuk dan Instruksi Terkait Pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.
Dalam surat tersebut, KH Miftachul Akhyar menyebut keputusan lokasi Munas PBNU 2026 telah dikomunikasikan kepada Ketua Umum PBNU sejak awal Juni lalu.
“Bahwa pilihan dan keputusan tersebut telah saya komunikasikan kepada Yang Terhormat Ketua Umum PBNU melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 1 Juni 2026,” tulis KH Miftachul Akhyar sebagaimana dikutip, Ahad (7/6/2026).
Penunjukan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sekaligus mengakhiri pembahasan sejumlah kandidat lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes NU.
Sebelumnya, terdapat tiga pesantren yang masuk dalam kandidat tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Pondok Pesantren Shiin Al-Falah Padang, dan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri.
Seiring penetapan tersebut, PBNU langsung bergerak mematangkan berbagai persiapan teknis dan substansi pembahasan menjelang Munas PBNU 2026.
Rais Aam PBNU menginstruksikan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) agar bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran agenda organisasi tersebut.
“Dengan ini saya instruksikan kepada Steering Committee dan Organizing Committee untuk segera bekerja sekuat tenaga (all out) dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori membenarkan surat instruksi tersebut. Ia mengatakan PBNU segera melakukan koordinasi dengan pihak Pondok Pesantren Al-Falah Ploso untuk membentuk panitia lokal.
“Kita tinggal sowan ke Ploso untuk membentuk panitia lokal dan mempersiapkan semuanya,” ujar Kiai Said Asrori usai kegiatan Halaqah Nilai-Nilai Keulamaan di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Selain persiapan teknis, PBNU juga mulai menyusun sejumlah materi strategis yang akan dibahas dalam Munas PBNU 2026.
Materi tersebut meliputi Komisi Qanuniyah, Mauduiyah, Waqi’iyah, forum Bahtsul Masail, persoalan organisasi, rekomendasi, hingga program kerja NU ke depan.
“Sudah berjalan. Materi sedang disusun oleh tim, meliputi Komisi Qanuniyah, Mauduiyah, Waqi’iyah, forum Bahtsul Masail, organisasi, rekomendasi, dan program,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut rapat pleno PBNU juga menekankan percepatan pembahasan berbagai materi strategis sebagai bahan menuju Muktamar NU mendatang.
Beberapa materi yang tengah disiapkan antara lain rancangan peraturan perkumpulan terkait pengelolaan usaha milik PBNU, tata kelola keuangan, hingga sistem tata kelola Digdaya sebagai bagian dari transformasi administrasi digital PBNU.
“Ini adalah masa-masa yang krusial. Ada hal-hal yang ke depan perlu diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk kemudian dituangkan dalam peraturan-peraturan perkumpulan,” ujar Gus Ipul.
PBNU berharap Munas PBNU 2026, Konbes, hingga Muktamar NU mendatang dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi serta umat.***












